Berwisata ke tempat-tempat indah saat ini merupakan trend yang sedang berkembang di kalangan muda-mudi. Bukan sekedar liburan, dengan adanya media sosial, membuat semua orang berlomba-lomba memamerkan keseruan wisata mereka. Bergaya di tengah padang rumput yang luas, berfoto dengan ikan-ikan saat snorkeling, hingga yang paling hits saat ini bergaya ala-ala model atau foto candid dengan latar pemandangan alam atau tempat wisata.


Namun, akibat keseruan upload foto sana-sini kadang kita tidak memperhatikan perilaku yang bisa merusak keindahan tempat wisata. Salah-salah, perbuatan kita dapat mengurangi daya tarik tempat wisata tersebut atau bahkan jadi bahan bully netizen akibat foto yang kalian unggah mengandung unsur vandalisme! Mungkin 5-6 tahun lagi ketika kalian kembali ke sana, keelokan tempat tersebut tak lagi sama. Jangan sampai deh kalian termasuk salah satu dari mereka! Sebagai wisatawan, kita harus bertanggung jawab terhadap lingkungan, sosial budaya, dan juga pengelolaan bisnis berkelanjutan, supaya pariwisata di lokasi tersebut tetap berjalan dengan baik dan berlangsung lama. Nah, berikut ini 8 (delapan) tips yang bisa kalian lakukan supaya menjadi wisatawan kekinian dan bertanggung jawab.


1.       Cari informasi lokasi wisata yang akan kalian kunjungi serinci mungkin!


Sebelum berkemas, sebaiknya kita mencari tahu terlebih dahulu informasi seputar tempat yang akan kita kunjungi. Bisa seputar makanan khas, budaya, larangan, dan spot-spot mana saja yang bisa kita gunakan sebagai bahan untuk di unggah ke media sosial. Nantinya, kalian tidak hanya sekedar pamer, dengan menambah informasi penting pada setiap foto, kalian sudah membantu mempromosikan potensi dari lokasi wisata tersebut.


2.       Ikutilah instruksi pemandu, jangan selfie setiap waktu!


Jadilah wisatawan yang beretika, mau sesering apapun kalian pergi ke tempat wisata yang sama, tetaplah hormati dan perhatikan pemandu yang sedang memberi instruksi, terutama mengenai aturan-aturan yang berubungan dengan keamanan, keselamatan, dan etika lokal. Bila tidak mengindahkan arahan tersebut, kalian bisa saja tenggelam di laut, tersesat di hutan, atau bahkan diusir dari lokasi wisata! Maka perhatikan, dan jangan selfie saat sedang diberikan arahan ya!


3.       Jangan memberi makan, mengejar, apalagi menunggangi hewan yang kalian temui di tempat wisata


Berfoto bersama ikan-ikan saat snorkeling memang menyenangkan, kamu bisa mengunggahnya ke Instagram dan mendapat banyak like pada foto tersebut. Namun, memberi makan hewan di alam sebenarnya mengganggu perilaku asli hewan-hewan tersebut. Mereka akan terbiasa menunggu diberi makan oleh pengunjung wisata dengan kembali ke tempat yang sama. Apabila kebiasaan ini terus berlanjut, mereka akan kehilangan insting berburu sebagai hewan liar. Menunggangi


4.       Matikan flash kameramu saat membidik hewan.


Beberapa hewan agak sensitif terhadap cahaya, misalnya saat penyu melahirkan, ketika pari manta kawin, dan saat berada dekat dengan hiu paus. Sinar flash pada kamera dapat mengubah perilaku hewan menjadi agresif karena merasa terganggu. Bukan mendapatkan gambar bersama hewan-hewan itu, kalian malah bisa celaka kena amukan mereka.


5.       Rendahkan suara di tempat adat, di pemukiman lokal, dan tempat-tempat yang dijadikan ruang adat


Liburan adalah salah satu momen untuk bersenang-senang, namun kita harus tetap memperhatikan lingkungan sekitar. Jangan tertawa terbahak-bahak dan bicara dengan suaraa keras bila kalian sedang tidak berada di ruang terbuka. Apabila kedatangan wisatawan dirasa cukup mengganggu, bisa saja masyarakat lokal menjadi tidak ramah kepada kita, bahkan mungkin mereka tidak lagi mengizinkan daerah tempat tinggal mereka dijadikan sebagai lokasi wisata.


6.       Jangan membuang sampah sembarangan!


Biasakan untuk menyimpan sampah apabila kalian tidak menemukan tempat sampah di dekat kalian. Bayangkan bila kalian membuang sampah seenaknya, selain merusak pemandangan, bila sampah-sampah itu dihasilkan dari banyak wisatawan, bisa-bisa beberapa tahun kedepan tempat itu akan penuh dengan sampah! Hilang sudah daya tarik wisata disana, masyarakat lokal akan kehilangan pemasukkan untuk kehidupan sehari-hari. Lagipula, kalian tidak mau kan ada tumpukkan sampah yang menghiasi frame foto liburan kalian?


7.       Cinderamata untuk teman-teman? Belilah hasil kerajinan masyarakat lokal!


Jangan mengambil 'cinderamata' dari lokasi wisata yang kamu kunjungi, misalnya: batu, tumbuhan, atau cangkang satwa laut apalagi dalam kondisi masih hidup! Belilah hasil kerajinan masyarakat lokal sebagai cinderamata, dan kalian bisa mempromosikannya lewat media sosial. Bila banyak yang tertarik, mereka mungkin akan penasaran dan ingin langsung datang ke lokasi untuk melihat langsung cara pembuatannya dan membeli langsung dari pembuatnya. Dengan begitu, kalian sudah membantu keberlangsungan bisnis dan ekonomi daerah di lokasi wisata tersebut!


8.       Bila berpergian ke pantai, carilah penginapan, restoran, kapal rekreasi dan trip organizer yang menjadi anggota Signing Blue!


Dengan mengikuti tips terakhir ini, kalian sudah resmi menjadi wisatawan modern yang bertanggung jawab terhadap kelangsungan pariwisata. Kenapa? Karena, Signing Blue adalah inisiasi dari WWF-Indonesia sebagai wadah supaya pemerintah, wisatawan dan penyedia jasa wisata turut andil dan berperan nyata melindungi sumber daya alam yang berasal dari laut. Seluruh pelaku wisata yang tergabung dalam Signing Blue, memiliki komitmen dalam mewujudkan pariwisata bahari yang bertanggung jawab dan mendorong terciptanya bisnis pariwisata yang berkelanjutan generasi sekarang dan yang akan datang. Kalian juga bisa bergabung menjadi anggota “Signing Blue” di http://www.signingblue.com/.


Nah, itulah beberapa tips yang bisa kalian praktikan saat liburan nanti. Jangan sampai, anak-cucu kita nanti tidak bisa melihat langsung keindahan alam nusantara, gara-gara kita tidak bijak saat melakukan aktivitas pariwisata.  Dan ingat! Jangan unggah foto berlebihan dan check in di manapun kamu berada. Bukannya ikut senang lihat foto liburanmu yang ada malah mereka bisa annoyed. Lebih baik, ambil gambar seperlunya, simpan kamera dan telepon genggammu lalu habiskan momen-momen rekreasimu dengan menikmati keindahan alam ciptaan Maha Kuasa.