Berwisata ke suatu tempat memang kurang seru bila tidak mencicipi kuliner khas dan cinderamata khas wilayah tersebut. Tapi awas! Jangan sampai barang/makanan yang kalian konsumsi itu berasal dari spesies yang terancam punah bahkan dilindung undang-undang! Sebagai wisatawan kita harus bijak dalam memilih, jangan sampai memberi dampak negatif pada ekosistem laut dan sekitarnya. Karena dengan berlaku bijak, kita bisa membantu perekonomian masyarakat lokal sekaligus meminimalisir perdagangan ilegal satwa terancam punah. Yuk simak beberapa tips supaya kamu menjadi wisatawan yang bijak dalam berbelanja!


1.       Cari informasi sebanyak-banyaknya.


Kumpulkann informasi mengenai keunikan lokasi wisata yang akan kamu kunjungi, bisa kulinernya, adat dan budayanya, hingga spesies khas yang hanya bisa ditemukan disana.


2.       Hindari mengkonsumsi hewan laut yang terancam punah dan lama proses berkembang biaknya.


Jangan memakan produk hasil perikanan yang terbuat dari spesies laut seperti hiu, penyu, mamalia laut, lobster, dan kerapu. Hal ini dikarenakan spesies tersebut memiliki waktu yang lama untuk melakukan regenerasi, bila kita mengkonsumsinya artinya jumlah permintaan akan semakin meningkat, dengan begitu nelayan akan mencari hewan-hewan itu lebih banyak lagi untuk memenuhi permintaan pasar. Karena waktu berkembang biaknya yang sangat lama, bisa jadi yang tertangkap nelayan adalah anakan yang belum sempat menghasilkan telur. Bagaimana ikan tidak cepat habis?


3.       Jangan membeli cinderamata yang terbuat dari spesies laut seperti cangkang penyu, akar bahar, terumbu karang, dan lain-lain.


Meskipun sudah mati, bila kalian membeli barang-barang tersebut bisa disalahgunakan orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Oknum-oknum itu bisa saja mengatakan bahwa barang dagangan yang mereka jual terbuat dari cangkang penyu yang sudah mati, padahal ia mendapatkannya dengan cara menangkap kemudian membunuh sang penyu untuk diambil cangkangnya dan dijadikan cinderamata untuk kalian. Lebih baik, cari replikanya atau beli buah tangan yang berbahan dasar lain deh, cari aman!


4.       Belilah hasil kerajinan masyarakat lokal.


Dengan membeli hasil kerajinan masyarakat lokal, artinya kalian memberi manfaat dan menunjukkan penghargaan bagi mereka. Tindakan ini juga memicu masyarakat meningkatkan kualitas produknya. Selain itu, secara langsung kalian juga membantu menggerakan perekonomian masyarakat lokal supaya lebih berkembang.


5.       Menawarlah secara wajar.


Sebagai pembeli kita juga punya hak kok untuk menawar! Memang kadang beberapa penjual cinderamata khas di tempat wisata menawarkan harga yang mahalnya bukan main. Kalian berhak menawar dalam tahap manusiawi. Kalian bisa tanyakan dahulu bagaimana proses pembuatannya hingga dapat berubah menjadi buah tangan cantik yang diperjualbelikan. Dengan begitu, kalian dapat mengira-ngira berapa harga yang pantas diberikan dari hasil kerja keras selama proses pembuatan barang tersebut. Selain itu kalian juga bisa lebih akrab dengan sang penjual, kemungkinan diberikan diskon juga semakin besar. Yay!


Itulah beberapa tips yang bisa kalian terapkan saat berlibur nanti. Semoga dengan langkah kecil yang kalian ambil, dapat membantu menjaga kelestarian alam dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal. Mulai saat ini, jadilah wisatawan yang bijak dalam mengkonsumsi setiap produk yang dihasilkan dari alam. Hati gembira, alam pun terjaga!