Teluk Cenderawasih memiliki struktur geologi yang unik dan sejarah oceanographic yang sangat penting. Taman nasional laut ini memiliki terumbu karang yang luas dengan kualitas terbaik di dunia. Survey yang dilakukan dengan melibatkan ahli terumbu karang dunia pada tahun 2006 menemukan lebih dari 500 jenis spesies terumbu karang dengan 14 spesies baru. Pulau Purup dan Selat Numamurang adalah tempat terbanyak ditemukannya keanekaragaman hayati yang pernah dicatat di seluruh dunia.


Ada lebih dari 950 spesies ikan karang ditemukan di Taman Nasional Teluk Cenderawasih. Kawasan ini merupakan rumah bagi populasi mega fauna termasuk hiu paus (Rhinocodon typus), ikan duyung (dugong dugon), Napoleon wrasse, penyu dan populasi predator yang relatif sehat seperti hiu. 

Dengan kekayaaan tersebut, tidak heran Taman Nasional Teluk Cenderawasih menjadi salah satu incaran wisatawan domestik maupun mancanegara. Kesempatan untuk bisa bertemu dengan hiu paus akan menjadi pengalaman luar biasa. Tubuhnya yang raksasa sangat berkarisma dan tidak jarang membuat kita ingin berinteraksi dengannya.

Namun, interaksi yang tidak bijak dengan ikan raksasa yang lembut ini mungkin dapat mengancam atau pun menyakiti hiu paus atau kita yang berinteraksi di sekitarnya. Oleh karena itu wisatawan diharapkan mengikuti panduan berinteraksi dengan hiu paus agar kelestariannya dapat terjaga. Simak tata caranya di link berikut ini :


Kwatisore biasanya diakses melalui kota Nabire dengan pesawat, yang dilanjutkan dengan perjalanan darat selama 3 jam hingga di Soa, dan kemudian wisatawan bisa menyewa perahu dari Soa.

Penginapan di sekitar kawasan masih sangat terbatas, namun ada beberapa homestay dan eco-resort yang bisa dijadikan sebagai pilihan. Sekarang juga sudah ada beberapa paket wisata whale shark yang ditawarkan oleh trip operator. Jika kamu akan berwisata hiu paus di Kwatisore bersama trip operator, jangan lupa pilih yang sudah menerapkan responsible tourism ya!