Seperti yang kita tahu, eksploitasi yang berlebihan terhadap sumber daya laut untuk pangan merupakan ancaman yang sangat serius bagi kelestarian sumber daya laut. Permintaan yang tinggi dari wisatawan terhadap komoditas tertentu membuat beberapa spesies laut di ambil tanpa adanya prinsip berkelanjutan. Sebagai contoh, populernya hidangan laut seperti lobster, ikan kerapu, sirip hiu, penyu dan kakap mendorong adanya penangkapan yang berlebihan terhadap spesies tersebut. Hilangnya spesies tertentu dapat menyebabkan terjadinya penurunan kualitas dan fungsi dari ekosistem laut.

Untuk itu, bagi kalian pecinta hidangan laut yang memiliki perilaku yang tidak bijak akan berdampak negatif bagi ekosistem laut dan lingkungan sekitarnya. Seperti yang kita ketahui, memang terdapat potensi keuntungan yang besar dalam memperjualbelikan spesies tertentu untuk di konsumsi juga diawetkan sebagai cendera mata. Namun yang perlu diketahui, keuntungan tersebut hanya berjangka pendek dan tidak sepadan dengan konsekuensi ekologi yang ditimbulkan.

Mari kita simak ulasan do’s and dont’s yang perlu dilakukan untuk para pecinta seafood.

DO’s

  • Kumpulkan beberapa informasi mengenai tentang spesies-spesies apa saja yang perlu dihindari untuk dikonsumsi atau dibeli di lokasi wisata yang akan anda tuju.
  • Gunakan Seafood Guide [http://bit.ly/sgwwfid11] WWF-Indonesia untuk mengetahui makanan laut yang dijadikan hidangan.
  • Cari informasi mengenai ukuran, ciri fisik ikan, apakah ikan tersebut layak dikonsumsi atau tidak. Makanlah ikan yang sudah dewasa.
  • Belilah ikan segar untuk dihidangkan, sebaiknya di pasar tradisional untuk lebih menggerakkan perekonomian masyarakat lokal.

DONT’s:

  • Mengkonsumsi produk makanan laut yang lama untuk dikembang biakkan contoh lobster dan kerapu.
  • Mengkonsumsi produk makanan laut yang terancam punah atau dilindungi seperti sirip hiu, daging/telur penyu.
  • Ikut memakan jenis ikan yang sama secara berlebihan atau terus-menerus
  • Membeli maupun mengkonsumsi ikan yang ditangkap menggunakan bom atau sianida karena dapat merusak terumbu karang dan ekosistem laut lainnya.

 

Sebagai pecinta hidangan laut, bijak dalam memilih produk makanan laut sangat membantu dalam memperbaiki ekosistem laut dan mendukung adanya prinsip ramah lingkungan yang berkelanjutan juga mendukung prinsip sustainable seafood. Jadilah penikmat hidangan laut yang bijak!